Halaman

Rabu, 31 Oktober 2012

Pojok Siswa

 
setiap hari sabtu siswa smp santa maria mengadakan senam untuk menjaga stamina dan kesehatan  siswa-siswi yang ada di sanmta maria. juga disanta maria ini peduli terhadap lingkungan maka dari itu diadakannya duta lingkungan. selain itu dalam beberapa perlombaan seperti Futsal, Basket dan lain lain sanmarsebutan untuk santa maria ini mendapat banyak sekali penghargaan yang sungguh menakjupkan.







disebelah kiri ini terdapat foto MOS tahun lalu yang diadakan oleh sekolah yang sangat seru untuk diikuti dan untuk mendampingi siswa siswi yang baru ini akan didampingi osis osis yang pintar dan baik.

Pojok Guru

Guru-guru senam pagi

Profil Guru

Ibu Ita: Mengajar Bahasa Indonesia kelas 7
Pak hari: Mengajar Bahasa Indonesia kelas 8
Ibu Detha: Mengajar Bahasa Indonesia kelas 9
pak Kris: Mengajar Matematika kelas 7
Pak Agung: Mengajar Matematika kelas 8
Ibu Martha: Mengajar Matematika kelas 9
Ibu lusi: Mengajar Biologi kelas 7
Ibu Retha: Mengajar Biologi kelas 8 dan 9
Ibu Atik: Mengajar fisika kelas 7 dan 9
Ibu Diana: Mengajar fisika kelas 8 dan 9
Pak Martinus: Mengajar PKN kelas 7,8 dan 9
Pak Surya: Mengajar TIK kelas 7,8 dan 9
Ibu Tanti: Mengajar Tata Boga kelas 7
Ibu cristin: Mengajar Tata Busana kelas 7,8 dan 9
Pak Dino: menjaga di TU
Ibu Nunik: Mengajar Bimbingan Konseling kelas 9
Pak kus: Mengajar Bimbingan Konseling kelas 8
Ibu agusta: Mengajar Bimbingan Konseling kelas 7
pak vincent: Mengajar olah raga kelas 7,8 dan 9
Ibu Dewi: Mengajar olah raga kelas 7,8 dan 9
bu Regina:  Mengajar IPS kelas 7
Ibu Ratna: Mengajar IPS kelas 8 dan 9
Mam Dinda: Mengajar Bahasa Inggris kelas 7
Mam ken: Mengajar Bahasa Inggris kelas 8 dan 9
Ibu Maria Darmayani: Mengajar Tari kelas 7,8 dan 9
Ibu Maria kristina: Mengajar agama kelas 7,8 dan 9
Pak yakobus: Mengajar musik kelas 7,8 dan 9
Pak Wicak: Mengajar karawitan kelas7,8 dan 9

Rabu, 24 Oktober 2012

MOS
MOS

BERITA

barita saat-saat ini adalah mengenai JRBL final cewek yang mendapatkan juara dua melawan vita yang cukup kuat. dalam hal ini sanmar sudah bersusah payah unutk memenangkannya tapi apa dikata ternyata kedudukannya berbeda jauh. anda bisa melihat lanjutannya diblog saya yaitu http://yesester.blogspot.com/

Ekstrakurikuler

Majalah Sekolah (BIAS),
Sanggar Bahasa Inggris, Orkestra,
Keroncong, Band, MIPA,
Paduan Suara, Pandu Remaja,
Komputer, Robotic,
Karawitan, Tari Tradisional,
Modern Dance/Hip Hop,
Basket, Futsal, Taekwondo,
Teater, Putra-putri Altar

FASILITAS

Kelas ber AC
Peralatan pembelajaran Multimedia
Laboratorium Bahasa,
Fisika, Biologi, Komputer
Bengkel Seni
Ruang Keterampilan Tata
Busana & Tata Boga
Ruang Keterampilan Elektronika
Ruang Konseling
Ruang/Sanggar Tari
Ruang & peralatan Karawitan
Studio Musik (Alat band,
Orkestra, Keroncong)
Ruang Doa dan Pengumuman
Sarana olah raga in door maupun out door
Kantin untuk Siswa
Koperasi Siswa
Tempat belajar diluar kelas  dengan Free Wifi
Aula, UKS, Perpustakaan

SMP Santa Maria Surabaya
Jl. Raya Darmo No. 49 Surabaya
Telp: (031) 5677890, 5684408
Fax: (031) 5667840

Visi

Komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela.
Misi
  1. Sebagai penerus semangat Santa Angela, sekolah Ursulin mengembangkan setiap pribadi agar dapat mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudnyatakan SERVIAM dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas dan terpadu, sekolah Ursulin menyiapkan peserta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  3. Sebagai komunitas pembelajar, sekolah Ursulin mengembangkan potensi akademik dan keterampilan (lifeskills) secara kritis, kreatif, dan inovatif dengan memanfaatkan IPTEK untuk mengikuti perkembangan global.
  4. Menumbuhkembangkan kecintaan pada budaya, bangsa, dan tanah air melalui penghargaan kepada pluralitas budaya, agama, dan membangun kepedulian kepada sesama dan alam ciptaan.
  5. Meningkatkan kerjasama dengan sekolah-sekolah Ursulin di Indonesia dan di Asia Pasifik.

http://smp.sanmarosu.org/wp-content/gallery/gallery-b/16senam.jpg
MOS (Senam hari sabtu)

Profil

Pendidikan berkarakter

Pembangunan membawa perubahan dalam diri manusia, masyarakat dan lingkungan hidupnya.
Serentak dengan laju pembangunan, terjadi pula dinamika masyarakat. Terjadi perubahan
sikap terhadap nilai-nilai yang sudah ada. Sehingga terjadi pula pergeseran sistem nilai
yang membawa perubahan dalam hubungan interaksi manusia dengan masyarakatnya, baik yang
menyangkut bidang material (lahiriah) maupun yang bertalian dengan bidang mental (batin).
Indonesia sebagai negara yang sedang membangun, tidak luput dari perubahan-perubahan tersebut.
Misalnya, persoalan budaya dan karakter bangsa menjadi sorotan tajam masyarakat atau menjadi isu sentral dewasa ini, yang menyedot perhatian, pemikiran dan keperihatinan banyak orang di negeri ini.
Pada dasarnya, yang dipersoalkan adalah menyangkut semakin memudarnya nilai-nilai budaya dan karakter dalam kehidupan bermasyarakat (lihat Kemendiknas, 2010 : 1, Kemendiknas, 2010 : 2). Persoalan-persoalan
yang belum dapat terselesaikan itu, bahkan ada kecenderungan semakin melebar, menyebabkan pemerintah mencoba menggagas solusinya serta membangun kembali jati diri dan karakter bangsa yang sesungguhnya.
Gagasan itu mulai dikembangkan pada tahun 2010. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa, menjadi tema besar dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Salah satu alternatif yang disodorkan adalah dengan mengembangkan pendidikan budaya dan karakter bangsa di satuan pendidikan. Sekolah memasukannya sebagai bagian integral dari kurikulum, dan
mengintegrasikannya ke dalam semua mata pelajaran serta dilaksanakan melalui proses pembelajaran secara aktif. Bukan sebagai pokok bahasan baru, nilai-nilai yang dikembangkan terintegrasi ke dalam silabus dan rencana program pembelajaran (RPP) yang sudah ada (Kemendiknas, 2010 : 11 – 22).
Berangkat dari ketentuan di atas, menarik untuk dikaji tentang implikasi pendidikan budaya dan karakter bangsa itu dalam pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dimana IPS sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam mengembangkannya. Mengingat pula bahwa “mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan
segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat” (Depdiknas, 2006 : 1).
Pendidikan yang berlangsung di sekolah adalah suatu proses yang bertujuan. Tujuan pendidikan pada hakekatnya adalah pemanusiaan manusia muda” (Driyarkara, 1986 : 3). Tujuan ini tidaklah semata-mata mengarahkan pendidikan untuk mencetak wujud manusia yang hanya mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) atau memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi semata. Tetapi harus diimbangi oleh penguasaan dan kemampuan mengamalkan nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Percuma intelligence guotient cerdas, namun tidak diiringi emotional quotient dan spiritual quotient, maka bisa jadi anak tersebut akan mengggunakan kecerdasan otaknya untuk hal yang negatif.
Oleh karena itu, pembangunan dan pendidikan yang hanya bertumpu pada penguasaan iptek, tanpa diimbangi dengan nilai akan melahirkan generasi-generasi muda yang kering dengan nilai budaya dan terasing dari budayanya sendiri, serta kehilangan karakter bangsanya. “Pendekatan dan strategi pembangunan hendaknya menempatkan manusia sebagai pusat interaksi kegiatan pembangunan spiritual maupun material. Pembangunan
yang melihat manusia sebagai makhluk budaya, dan sebagai sumber daya dalam pembangunan. Hal itu berarti bahwa pembangunan seharusnya mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. Menumbuhkan kepercayaan diri
sebagai bangsa. Menumbuhkan sikap hidup yang seimbang dan berkepribadian utuh. Memiliki moralitas serta integritas sosial yang tinggi